Situs yang berisi himpunan info tempat terbaik di Bali ini kami sesuaikan dengan kondisi saat pandemi Covid-19 tengah berlangsung. Seluruh wilayah di Indonesia termasuk Pulau Dewata yang indah juga terdampak wabah virus corona. Sejak di-stopnya kunjungan wisatawan internasional maupun domestik mulai Bulan Maret 2020, maka pola kehidupan dan roda ekonomi di Bali juga turut berubah.

 

Kapan corona berakhir tidak ada yang dapat menjawab dengan pasti.

 

Yang beredar di sosmed itu adalah prediksi, perkiraan, analisa, opini, bukan kepastian.

 

Karena sejatinya tak ada yang dapat memberikan kepastian apapun di situasi sulit.

 

Namun tidak berarti anda tidak mendapatkan info lagi tentang berbagai tempat menarik di Bali.

 

Tempat yang wajib dikunjungi di Bali tetaplah ada dan siap untuk menyambut kedatangan wisatawan saat pariwisata dibuka kembali.

 

Menurut wacana, pariwisata Bali termasuk sektor yang akan diprioritaskan untuk dibangkitkan lagi setelah beberapa bulan “mati suri”.

 

Hanya dalam hitungan bulan akibat krisis corona ini, industri pariwisata terpukul sangat dahsyat. Ribuan orang mengalami PHK, lantaran seluruh bagian dalam pariwisata terdampak dari dihentikannya penerbangan domestik dan internasional.

 

 

Ekonomi Harus Diselamatkan

 

 

Lumpuhnya sektor pariwisata Bali tidak hanya merisaukan Semeton Bali, yang mayoritas bergantung pada kelangsungan bisnis pelesir dan hiburan. Tetapi juga merisaukan pemerintah pusat, lantaran jika situasi berlanjut akan berdampak parah pada pemulihan ekonomi pasca Covid-19.

 

Prediksi sejumlah pihak bahwa resesi tidak bisa dihindari cukup mengkhawatirkan semua lapisan masyarakat. Baik pengusaha maupun rakyat kecil.

 

Sejumlah pengusaha yang ditemui inibali.id mengaku, bahwa kalau pemerintah tidak membuka penerbangan domestik ke Bali, maka mereka akan gulung tikar dan tidak tahu kapan bisa bangkit.

 

Bahkan diantara mereka sudah banyak yang melepas aset. Selain sumber daya manusia yang sebelumnya sudah dilepaskan lebih dulu.

 

Baik dengan pesangon.

 

Maupun tanpa pesangon.

 

Penerbangan domestik yang diharapkan membawa sedikit angin segar — berupa kunjungan wisatawan lokal — menurut rencana Bulan Juni 2020 sudah dijadwalkan kembali.

 

Tetapi, langkah tersebut belum bisa dipastikan apakah mampu menyelamatkan pariwisata Bali atau tidak.

 

Sebab, kita semua tahu, bahwa protokol penerbangan di masa Covid-19 mulai dikeluhkan sejumlah pihak.

 

Apalagi kalau bukan biaya swab test, yang harganya bahkan melebihi tarif tiket pesawat.

 

Ditambah lagi, daya beli masyarakat pada masa resesi yang menurun juga membuat kans kunjungan wisatawan tidak terlalu bisa diharapkan.

 

Karena itulah Pemprov Bali mulai memberikan arahan kepada masyarakatnya bahwa Bali tidak boleh lagi menggantungkan diri pada industri pariwisata.

 

Bali mempunyai sumber daya lain yang dipandang bisa dijadikan tumpuan di kala krisis, misalnya pertanian, perkebunan, atau peternakan.

 

Sektor usaha yang langsung berhubungan dengan hidup rakyat itulah yang tampaknya kini menjadi blueprint pembangunan ekonomi Bali. Setidaknya itu pandangan pribadi dari tim inibali.id.

 

 

 

 

Situs inibali.id akan memberikan anda info tempat terbaik di bali yang terupdate agar liburan anda makin nyaman dan mudah
Salah satu tempat terbaik di Bali, adalah Danau Beratan, Bedugul, Tabanan. Suasana sejuk dan nuansa hijau pemandangan dapat melepas penat anda.(*)

 

 

Visit Bali dengan Protokol Covid-19

 

 

Inibali.id tetap berkomitmen memberikan informasi tempat menarik di Bali, juga rekomendasi tempat wisata, tempat makan murah, layanan darurat, fasilitas kesehatan serta penyembuhan alternatif.

 

Kami juga tetap memberikan review sejumlah lokasi oleh-oleh yang masih survive di tengah pandemi.

 

Bagi yang mencari kebutuhan pokok, kami juga memberikan review beberapa lokasi yang dapat anda pilih. Mulai dari toko sembako murah, kebutuhan sehari-hari, lauk pauk segar dan bergizi, dan  berbagai jasa yang sangat mungkin dibutuhkan dalam masa krisis.

 

Hal itu berkaitan erat dengan era new normal yang diprogramkan pemerintah.

 

Era new normal adalah masa transisi sampai kita semua kembali hidup seperti sebelum ada wabah Covid-19.

 

Sampai kapan masa transisi new normal ini harus kita jalani ?

 

Sampai vaksin Covid-19 bisa ditemukan. Bisa diproduksi massal. Bisa digunakan oleh seluruh rakyat.

 

Kemungkinan, kita butuh waktu 3 tahun sampai kita kembali pada kehidupan normal seperti sebelum pandemi.

 

Sebab, menemukan vaksin setidaknya butuh waktu paling cepat 1 tahun. Jika lancar, baru bisa diberikan izin untuk dibuat sebanyak-banyaknya.

 

Dan perlu waktu untuk sampai ke Indonesia.

 

Lalu, apa yang akan terjadi selama 3 tahun itu ?

 

Kehidupan new normal tidak berarti kita bebas dari corona.

 

Jika new normal diberlakukan dan ternyata terjadi dampak buruk yang dikhawatirkan selama ini — yakni ledakan jumlah penderita Covid-19 — maka bisa saja PSBB diberlakukan kembali.

 

Dan, anda tahu apa konsekensinya.

 

Resesi akan semakin menjadi.

 

 

Kembali ke Alam untuk Survive

 

 

Bagaimana Bali bisa bertahan ?

 

Seorang praktisi pemasaran di Denpasar yang berdiskusi dengan inibali.id menyatakan kalau kembali ke alam benar-benar akan terjadi.

 

Roda perputaran ekonomi akan kembali mengandalkan hasil alam atau hasil bumi.

 

Maka tidak heran.

 

Sejumlah ruas jalan di kawasan Denpasar banyak ditemukan pedagang bermobil yang berjualan aneka sembako.

 

Dengan mudah kita melihat pelapak mobil itu menawarkan telur, gula, beras, buah, sayur, dan sebagainya.

 

Sebagian mereka adalah korban PHK. Sebagian lagi para driver atau guide yang bertahan hidup lantaran pariwisata mati.

 

Praktisi pemasaran tersebut juga menegaskan bahwa di suasana sulit seperti sekarang nyaris tidak memerlukan teori-teori atau jurus marketing yang hebat.

 

Cukup sediakan kebutuhan dasar masyarakat dengan harga yang terjangkau, maka kemungkinan besar roda usaha anda berputar tetap akan terjadi. Inilah yang disebut survival mode.

 

Hal seperti inilah yang tidak bisa — atau tidak mau – disadari oleh sebagian pemilik usaha yang sudah terlanjur besar.

 

Entah karena gengsi, malu, atau tak mau menderita, strategi down to earth seperti itu tidak cocok dengan pemikiran mereka.

 

Maka yang terjadi seperti ini : hotel-hotel tutup, villa-villa ditutup, restoran tutup, butik tutup, dan sebagian owner itu hanya bisa mem-PHK. Padahal, para owner itu telah mendapat laba miliaran rupiah saat sektor pariwisata berjaya.

 

Mereka lupa bahwa mereka hidup di Bali.

 

Mereka lupa bahwa mereka mempekerjakan orang lokal.

 

Mereka lupa kalau usaha mereka berdiri di atas tanah Bali.

 

Tetapi begitu usaha kolaps, dengan mudahnya para pekerja itu diputus hubungannya.

 

Tentu alasan pengusaha tidak salah.

 

Mereka berdalih : tidak ada income. Bagaimana mau menghidupi karyawan.

 

Tapi mereka juga lupa. Kalau karyawan yang mereka pekerjakan itu manusia. Bukan robot.

 

Karyawan itu punya keluarga. Yang butuh diberi kehidupan.

 

Bagi owner yang masih bisa berpikir jernih, mereka berusaha adaptasi dengan keadaan ini. Di Jawa Barat, karyawan hotel yang dirumahkan dialihkan untuk berkebun, memanfaatkan lahan kosong hotel yang bisa ditanami berbagai sayur dan buah.

 

Di Bali, seorang owner travel mempekerjakan para karyawannya dengan bidang usaha yang kreatif : berternak. Dan hasil ternaknya bisa langsung dijual.

 

Itu sebagian kecil contoh real bahwa merumahkan pekerja — yang notabene ikut membesarkan usaha — tidak selalu jadi solusi yang terbaik.

 

Hal serupa dilakukan owner Kedai Mie Kober Denpasar Jalan Kaliasem dan Jalan Bedugul, Sidakarya.

 

Situs inibali.id akan memberikan anda info tempat terbaik di bali yang terupdate agar liburan anda makin nyaman dan mudah
Mie Kober Denpasar Jalan Kaliasem menerapkan physical distancing agar customer tetap nyaman saat dine in atau makan di tempat.(*)

 

Dengan keunggulan low price dan cita rasa mie yang khas, usaha itu masih bisa disupport oleh para pekerja dan customer yang loyal. Memasuki bulan ke 4 krisis wabah Covid-19, kedai itu tetap survive dan siap memberlakukan kehidupan new normal.

 

Wabah Covid-19 akan menyeleksi kita semua. Begitu juga info tempat terbaik di Bali juga akan terseleksi, mana tempat yang masih akan bertahan dan lolos dalam beberapa tahun ke depan. (*)