Saya tidak menyangka harus mengalami situasi darurat. Sebenarnya, tidak terlalu darurat. Tapi membuat seisi penghuni rumah kelabakan. Terlebih istri yang jijik dan ketakutan luar biasa. Yakni ketika rumah tinggal yang saya tempati mendapat tamu khusus. Yaitu seekor biawak. Selama 3 hari saya bingung harus diapakan reptil yang grosak grosok di atas plafon. Sampai akhirnya, saya putuskan minta bantuan BPBD Denpasar (BPBD-D).

 

Kiprah BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) di ibukota Provinsi Bali ini sebelumnya sering saya lihat di sosmed.

 

Terutama di Instagram.

 

BPBD Denpasar (BPBD-D) sering muncul di sosmed saat warga kota membutuhkan bantuan.

 

Atau berada di situasi darurat.

 

Mulai dari kecelakaan lalu lintas.

 

Evakuasi.

 

Kebakaran.

 

Pohon tumbang di jalan raya.

 

Dan satu lagi.

 

Evakuasi atau rescue terhadap binatang liar, satwa, atau reptil.

 

Yang sering masuk ke rumah orang.

 

Tanpa diundang.

 

Paling sering adalah ular.

 

Dan yang saya alami tadi pagi. Yakni biawak.

 

petugas BPBD Denpasar yang merescue biawak dari rumah saya di jalan sekar tunjung

 

 

Saya sempat berpikir. Biawak yang sudah 3 hari di atas plafon itu sudah berapa lama bertamu di rumah tinggal saya.

 

Atau, jangan-jangan, sayalah yang sebenarnya bertamu dan numpang di “rumah” dia.

 

Si biawak lah yang lebih dulu mendiami rumah di kawasan Sekar Tunjung, Denpasar Timur itu.

 

Saya dan keluarga baru pindah 4 hari lalu.

 

Dan rumah itu sudah kosong lebih dari setahun. Kata pemiliknya.

 

Pertanyaan saya itu sudah dijawab oleh tetangga wanita di belakang rumah.

 

Yang antara rumah tinggal saya dengan rumahnya dipisahkan oleh parit kecil.

 

Kata tetangga saya itu : “si biawak sudah sering saya lihat masuk ke atap rumah bapak.”

 

“Ada berapa ekor biawak yang ibu tahu disini ?”

 

“Satu saja, pak.”

 

“Selain biawak, apa binatang lain yang ibu lihat di sekitar sini ?”

 

“Ada pak.”

 

“Binatang apa bu ?”

 

“Ular pak. Hitam dan panjang.”

 

“Ibu sering lihat ular berarti disini ?”

 

“Ya pak, kadang sering dilempar suami sama batu.”

 

“Apa ibu tahu ular apa ?”

 

“Sepertinya kobra. Soalnya, kalau di dekati, dia sering berdiri dan lehernya kayak mengembang.”

 

Duh.

 

Saya tidak melanjutkan pertanyaan lagi.

 

Pikiran saya langsung teringat ke Panji Petualang. Yang sering saya tonton di youtube itu.

 

 

 

Varanus salvator yang Bikin Heboh

 

 

Obrolan singkat itu terjadi saat saya mendampingi petugas BPBD-D memeriksa bagian belakang rumah.

 

Ketika berusaha mengambil si biawak dari genteng di atas gudang.

 

layanan darurat BPBD-D dapat diandalkan dan saya berterima kasih untuk hal itu

 

 

Upaya itu gagal.

 

Si biawak terusik dan kabur ke atas plafon dapur.

 

Petugas BPBD-D yang berjumlah 5 orang itu lantas masuk ke rumah.

 

Dan berusaha menjerat kaki biawak dari sela plafon dapur yang dibuka sebagian.

 

Berhasil.

 

Si biawak berontak. Dan plafon pun jebol.

 

Reptile berukuran 1 meter itu jatuh dan mencoba lari.

 

Petugas pun dengan sigap menjepit leher biawak dengan alat khusus.

 

Istri saya yang sudah ketakutan setengah mati rupanya masih bisa berpikir jernih.

 

Dia minta si biawak agar tidak dibunuh.

 

Tentu saja, petugas menyetujuinya dan memang tidak akan membunuh biawak itu.

 

Kata petugas, hewan itu akan diserahkan ke komunitas pecinta reptil.

 

Moncong hewan melata itu dilakban agar tidak menggigit.

 

Kakinya diikat dengan tali rafia.

 

Saat proses rescue itu sepertinya binatang berkuku tajam itu stres.

 

Dia mengeluarkan kotoran. Dan juga muntah.

 

Baunya sangat tidak enak.

 

Seperti bau busuk.

 

Kami terpaksa membersihkan rumah dan mengepel lantai dengan pembunuh kuman sampai 5 kali.

 

Belum cukup disitu.

 

Saya membakar dupa.

 

 

Apresiasi untuk Tim yang Bertugas

 

 

Saya berterima kasih pada kesigapan dan response time Petugas BPBD Denpasar.

 

Sayangnya saya lupa tidak menanyakan siapa saja nama mereka.

 

Mereka adalah 911-nya Bali dan Indonesia, tapi diluar kepolisian.

 

Layak untuk diapresiasi sebagai salah satu tempat terbaik di Bali saat membutuhkan bantuan darurat.

 

Saat saya menelpon mereka untuk minta bantuan di nomor 0361-223333, petugas melayani dengan baik.

 

Mereka meminta saya memastikan biawak masih ada di plafon.

 

Dan men-share foto biawak itu ke Inbox Message Grup Facebook Pusdalops BPBD Kota Denpasar.

 

Tidak sampai 45 menit, Tim BPBD-D tiba di lokasi saya. Dan berlangsunglah proses rescue itu.

 

Saya lega. Terlebih istri. Binatang yang membuatnya tidak bisa tidur nyenyak itu sudah dibawa pergi.

 

Tinggal saya yang masih kepikiran.

 

Tentang cerita wanita tetangga belakang rumah tadi.(*)

 

 

 

 

 

BPBD Denpasar yang Bisa Diandalkan