Setelah makan siang di tengah Kota Denpasar, saya melanjutkan touring saya bersama isteri ke arah Tabanan. Di Tabanan, ada satu spot wisata favorit saya nomor satu, apalagi kalau bukan keberadaan danau di Bedugul. Sejak 1999 sampai sekarang, saya menjadikan lokasi ini sebagai tempat menarik di Bali yang wajib disinggahi.

 

Alasannya sederhana.

 

Danau di Bedugul adalah lokasi yang membuat saya tenang. Hawa sejuknya  sangat baik untuk badan.

 

Tidak pernah ada cuaca panas menyengat disana.

 

Suasana sejuk  dengan suhu sekitar 18 derajat celcius mengingatkan saya ke kawasan wisata yang dingin di Jawa Timur. Seperti Tretes, Trawas, atau Batu, Malang.

 

Untuk yang terakhir saya sebut tadi, banyak teman mengatakan, Batu tidak sesejuk dulu. Tidak sedingin era 80-an. Atau sebelumnya.

 

Entah kenapa.

 

Kemungkinan, karena makin banyak penduduk atau lalu lintas kendaraan.

 

Suasana sejuk serupa juga ada di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. Yang terkenal dengan wisata perkebunan teh serta wisata konservasi satwa itu.

 

Tetapi, khusus danau kawah yang cantik itu, saya selalu ingin kembali kalau melihat fotonya.

 

Dan, saya memang benar-benar kembali kesana. Hanya untuk merasakan hawa dingin. Menenangkan diri.

 

Menjajal Jalur Baru

 

Dan satu lagi.

 

Saya ingin menjajal jalur baru. Yang disebut shortcut Denpasar – Singaraja itu.

 

Yang dibangun untuk mengatasi kepadatan lalu lintas disitu — yang rasanya — selalu meningkat setiap tahun.

 

Awal 2019 lalu, saya melihat jalur shortcut itu mulai dibangun.

 

Dan, awal 2020 ini, sejumlah titik shortcut tampaknya sudah selesai. Ada lokasi shortcut lain, tetapi saya belum sempat mencobanya.

 

Benar saja.

 

Selepas kecamatan Mengwi, tak berapa lama, saya menjumpai jalur baru. Saya sempat ragu. Saya masuk ke jalur lama, yang meliuk-liuk ke atas kalau kita dari arah Denpasar. Ternyata, jalur shortcut itu akhirnya menyatu dengan jalur lama di titik tertentu.

 

Tak masalah.

 

Perjalanan dari Denpasar, tepatnya kawasan Ubung, sampai ke Bedugul, memakan waktu sekitar 1,5 jam dengan kecepatan santai.

 

mengunjungi danau di bedugul yang cantik dan eksotis membuat saya selalu ingin kembali kesini
Sekarang, ada tempat untuk memancing, yang pancingnya bisa disewa di tempat. Dari kejauhan, tampak jalur shortcut Denpasar – Singaraja.(*)

 

Orang sering salah sebut kalau menyebut nama danau itu. Mayoritas, orang menyebut Danau Bedugul. Sejatinya, Bedugul adalah nama desa. Danau itu sendiri bernama Danau Beratan. Dan, ikonnya adalah Pura Ulun Danu.

 

Sore itu, cuaca gerimis dan berkabut mewarnai kawasan Danau Beratan.

 

Saya makin senang. Asal tidak hujan deras, masih bisa duduk santai di tepi danau.

 

Perubahan di Danau Beratan

 

Yang berubah disana, selain adanya jalur shortcut, ternyata ada lagi. Deretan penjual bakso di tepi danau, yang dulu di dominasi penjual dengan motor, sudah tidak terlihat. Dulu, kita bisa makan bakso sambil nongkrong di pinggir danau tepat di sisi pagar.

 

Penjual bakso sepertinya difasilitasi pengelola danau untuk berjualan di dalam area Danau Beratan.

 

tempat menarik di bali salah satunya adalah danau beratan, yang tetap indah sepanjang waktu

 

Karcis masuk tidak berubah. Dengan Rp 5 ribu untuk parkir motor, anda sudah bisa menikmati suasana sejuk di Danau Beratan.

 

Selain itu, ada spot cantik untuk berfoto selfie. Dan, swing (ayunan). Tapi, untuk berfoto di spot selfie, anda akan dikenakan biaya. Seingat saya, dikenakan charge Rp 25 ribu. Banyak orang yang mengurungkan niat untuk foto akhirnya.

 

Spot foto selfie mengadopsi fasilitas serupa di kawasan Wanagiri, Buleleng. Hanya saja, di Wanagiri, untuk berfoto di spot itu anda dikenakan charge Rp 50 ribu per lokasi.

 

Kalau fasilitas swing, sepertinya mengadopsi wahana serupa yang banyak ditemui di Ubud.

 

Saya dan isteri memilih hal yang lebih sederhana.

 

Menikmati jagung bakar sambil duduk melihat danau yang berkabut. Itu saja sudah cukup buat refresh pikiran dan melepas penat.(mad)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Danau di Bedugul, Kombinasi Kesejukan dan Ketenangan