Istilah jalan jalan di Bali (JJDB) punya dua makna sekaligus. Pertama, dalam artian kiasan. JJDB adalah sebutan bagi turis domestik yang ingin menikmati suasana Pulau Seribu Pura itu. Atau, bisa disebut wisata. Melancong. Kedua, dalam artian sebenarnya. JJDB adalah penunjuk untuk deskripsi rute yang bisa anda lalui selama di Bali.

 

Saya akan mengulas makna kedua. Kalau makna pertama sebagai ungkapan kiasan yakni wisata ke Bali, sudah terlalu banyak yang membagikan info.

 

Makna kedua mengandung makna sebenarnya, yaitu jalan jalan di Bali atau merujuk pada informasi “bagaimana kondisi jalan atau jalur di Pulau Dewata.”

 

Pengetahuan tentang JJDB dalam arti sebenarnya penting buat anda. Apalagi, kalau anda baru satu atau dua kali travelling ke Bali.

 

Sejak 1999, pertama kali saya masuk ke Bali, JJDB tidak terlalu banyak perubahan. Setidaknya, perubahan JJDB bisa dihitung dengan jari. Bisa digolongkan tempat baru di Bali. Misalnya, penambahan Jalan Tol Bali Mandara. Tol yang menyeberangi laut itu. Yang menghubungkan Denpasar dengan Nusa Dua.

 

Dan, dari rute tertentu, bisa mempercepat perjalanan ke Bandara Ngurah Rai.

 

Kedua, penambahan dua underpass, yaitu underpass Simpang Dewa Ruci dan yang terbaru ini: underpass Simpang Tugu Ngurah Rai.

 

Ketiga, perluasan Jalan Imam Bonjol Denpasar. Yang dulu ada sungai kecil sampai Jl Gunung Soputan itu. Karena beban lalu lintas sudah demikian parah, dibangunlah jalan baru dengan konstruksi box culvert. Mirip yang dilakukan pemerintah saat memecah keruwetan di Jl Banyu Urip, Surabaya.

 

Jalur Baru Semoga Anti Macet

Dan, yang terbaru adalah proyek shortcut Denpasar Singaraja. Yang melintas di tepi Danau Beratan itu. Kemacetan di kawasan Bedugul sudah tidak terelakkan, terutama saat musim liburan atau weekend.

 

Selebihnya, anda sebaiknya memahami karakter jalur kendaraan bermotor di Bali. JJDB mayoritas tidak lebar.

 

Sempit.

 

Apalagi kalau weekend. Jalan yang kecil itu akan macet oleh kendaraan.

 

Jalur yang mustahil untuk diurai kemacetannya adalah kawasan Pantai Kuta, Legian, dan Seminyak. Areal segitiga emas kawasan wisata itu sudah menjadi langganan tetap kemacetan.

 

pahami karakter jalan jalan di bali, yang mayoritas jalurnya sempit dan rawan macet

 

Selain kawasan itu, jalur macet lainnya adalah areal Batu Belig dan Canggu.

 

Jika anda hanya sendiri atau bersama pasangan, menyewa motor adalah solusi terbaik. Tetapi, jika anda bersama rombongan dan mesti naik mobil atau bus kecil, anda hanya bisa bersabar saat terjadi kemacetan.

 

tips agar jalan jalan di bali nyaman dan menyenangkan

 

 

Ada baiknya, sebelum touring, makan kenyang dulu dan bawa bekal minum.

 

Perut lapar bisa membuat orang tidak sabaran.(mad)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jalan Jalan di Bali, Ini Tips Penting Buat Anda !