Pertengahan Januari lalu, saya menjemput rekan bisnis di Bandara Ngurah Rai Bali. Pesawatnya dari Bandung landing siang hari. Sampai di terminal kedatangan dan ketemu saya — tanpa basa basi — dia langsung tanya: makan apa di Bali yang enak. Tak cuma enak. “Harus mengenyangkan,” tambahnya. Dia mengaku sudah lapar. Gara-gara sarapan pagi dengan bubur ayam. “Bubur itu cepat mencair di perut,” sergahnya sambal ketawa.

 

Tergantung mau menu yang bagaimana. Jawab saya.

 

“Apa saja, yang penting halal,” ujarnya.

 

Ah, syukurlah kalau begitu.

 

Saya tidak susah mencarikan rekomendasi.

 

Tapi, belum selesai saya menjawab, rekan saya itu sudah menambahi syarat baru.

 

“Jangan masakan Padang ya, sudah terlalu mainstream,” katanya.

 

Sudah ? Apa lagi syarat lainnya ? Kejar saya lagi.

 

“Tidak ada.”

 

Keluar dari kompleks parkir Bandara, kami sedikit tersendat di Kawasan Tuban, Kuta.

 

Kesempatan memberikan opsi. Itulah pikir saya.

 

2 Tempat Makan Murah di Bali

Agar tidak bingung, saya memberikan saran dua tempat saja. Satu untuk makan siang. Satu untuk makan malam. Keduanya adalah tempat makan murah yang bisa dikunjungi siapapun. Meski harganya murah, tapi kualitas kulinernya tidak murahan.

 

Pertama, karena teman saya ini penyuka pedas, saya berikan pilihan untuk mencicipi olahan mie pedas, yang ada di Jalan Bedugul 37A, Sidakarya, Denpasar. Di samping Kampus Undiknas.

 

Inilah kedai mie setan alias mie pedas pertama di Bali. Saat masyarakat belum terbiasa dengan mie pedas, kedai ini memulainya lebih dulu.

 

Kedua, warung sop ikan di Kawasan Jl Tantular, Renon, Denpasar. Kedai satu ini cukup terkenal dan menjadi pesaing kedai serupa yang terkenal di Kawasan Pantai Sanur.

 

Rasanya juga tidak jauh berbeda. Menurut saya.

 

Tetapi, sop ikan di kedai yang terletak di sebelah rumah sakit swasta itu menawarkan harga paket yang lebih ramah di kantong.

 

pertanyaan makan apa di bali dari teman saya sudah bisa dijawab. ada tempat makan murah yang saya rekomendasikan buatnya.

 

Teman saya ini akhirnya memilih opsi pertama untuk makan siangnya. Apalagi, setelah saya jelaskan, kalau makan mie belum bisa membuat kenyang, tambah saja dengan Nasi Gorengnya. Yang disebut Nasi Hitler itu.

 

“Deal,” jawabnya.

 

Mau pedas level berapa ?

 

“Terserah, 10 cabe juga boleh,” jawabnya mantap.

 

Beres sudah. Urusan makan apa di Bali sudah bisa saya selesaikan. Kedatangan rekan bisnis yang tidak rewel dengan makanan, membuat saya mudah menentukan saran kuliner. (mad)

 

 

 

 

 

 

 

 

Makan Apa di Bali ? Simak Saran Berikut Ini !

One thought on “Makan Apa di Bali ? Simak Saran Berikut Ini !

Comments are closed.