Pagi-pagi sekali, saya mampir ke sebuah restoran fast food di kawasan Gatot Subroto Barat, Denpasar. Saya memang buru-buru. Saya harus segera ke Pantai Seminyak, untuk memberikan training privat meditasi penyembuhan. Saat menunggu pesanan bubur ayam, tiga orang yang duduk di meja sebelah saya –salah satunya wanita — ngobrol seru: mereka mencari makanan murah enak di Bali.

Awalnya, pria pertama, yang duduk sendirian di meja itu.

Dia memakai pakaian adat Bali. Kebetulan memang bertepatan Hari Kamis.

Hari pakaian adat.

Dan, kebetulan juga berbarengan dengan Hari Raya Siwa Ratri.

Pria pertama ini order lebih dulu daripada saya.

Lalu, tak lama, sepasang pria dan wanita  — tampaknya suami isteri — datang menghampiri.

Saling sapalah mereka.

Logat bicara ketiga orang ini ala-ala Jakarta.

Gue dan Elu.

Ngobrol mereka seru sekali. Lalu, si wanita  — yang berjilbab biru itu —  minta kepada suaminya untuk segera order sarapan.

 

Mahal Murah Harga Makanan

Setelah bertiga kumpul di satu meja, obrolan soal makanan murah enak di Bali makin seru saja.

Kata pria kedua: dia dan isterinya tadi malam makan di Warung XXXXX di kawasan Jl Dewi Sri, Kuta, Badung.

Mahal. Menurut mereka.

Habis Rp 50 ribu lebih.

Padahal  — menurut pria kedua itu — mereka hanya makan sayur, satu lauk pauk dan minuman biasa. Satu porsi makanan yang dipesan itu sekitar Rp 25 ribuan.

Lalu, pria pertama, menyarankan agar pria kedua dan isterinya makan di Warung XXXX dekat BCA Jl Sunset Road, Kuta.

Kata pria pertama, harganya lebih murah.

Kalau dari style ketiga orang ini, mereka dari golongan menengah atau mampu.

Tapi, harga makanan ternyata jadi hal yang cukup memggelitik untuk dibahas.

Bubur ayam saya sudah hampir habis.

Saya tidak bisa berlama-lama mendengarkan obrolan mereka.

Memang.

Bagi wisatawan domestik, atau orang luar Bali yang kebetulan ke Pulau Dewata karena urusan bisnis, mencari makanan yang murah dan enak adalah hal yang paling dibutuhkan.

Kalau anda pilih stay di kawasan turis, seperti Kuta, Seminyak, Legian, Ubud, atau Nusa Dua, maka harga makanan sudah tinggi.

Ini berhubungan dengan lokasi. Pajak. Sewa tempat. Berbagai iuran. Gaji pegawai.

Dan masih banyak lagi.

Anda harus menerima konsekuensinya.

Dimanapun, lokasi wisata, harga jual produk termasuk kuliner, sudah pasti tidak sama dengan lokasi hunian atau perkotaan.

 

makanan murah enak di Bali ada di Jalan Bedugul 37A Sidakarya Denpasar
Saya cocok dengan racikan Mie Kober di Jalan Bedugul 37A Sidakarya Denpasar. (*)

 

 

Kuliner Murah ada di Tengah Kota

Tapi, kalau anda memang hobi untuk menjelajah kota, maka banyak lokasi kuliner di Denpasar yang cukup ramah di kantong.

Pertama, kuliner mie pedas yang digemari banyak kawula muda. Rekomendasi saya adalah Kedai Mie Kober di Jalan Bedugul 37A, Sidakarya Denpasar. Selain itu, Kedai Mie Kober di Jalan Kaliasem, dekat Lapangan Puputan.

Dua lokasi ini adalah Kedai Mie Kober yang pertama berdiri di Bali.

Mereka mempertahankan servis dan kualitas.

Harga seporsi mie iblis dan mie setan sekitar Rp 10  Ribu sampai 11 Ribu.

Ada nasi goreng juga, kalau anda tidak mau makan mie. Namanya, Nasi Hitler.

Entah kenapa diberi nama Hitler. Apa hubungannya nasi itu dengan Diktator Hitler. Saya belum sempat tanya ke pegawainya.

Di Kedai Jl Kaliasem, ada menu tambahan, Gelato. Ice cream yang enak ini cocok buat pemadam kepedasan.

Untuk minuman segar, harga bervariasi. Mulai Rp 5.500 , Rp 9.500, dan beberapa jenis lain harganya menyesuaikan.

 

promo mie kober denpasar Jalan Bedugul 37A Sidakarya

 

 

Kedua, kalau anda tidak mau suka mie. Anda bisa mencoba menu Nasi Bebek Goreng Khas Surabaya.

Lokasinya, di pertigaan Jl Pulau Misol dengan Jl Imam Bonjol, Denpasar.

Ini warung nasi bebek khas Surabaya yang paling murah dibanding warung serupa di lokasi lain.

Seporsi nasi bebek potongan besar dengan nasi yang cukup banyak, anda cuma perlu merogoh dompet Rp 25 ribu.

Itu harga terakhir saat awal Januari 2020 lalu.

Hanya saja, ada sedikit kelemahannya.

Servisnya tidak bisa cepat.

Menyebabkan antrean pembeli yang panjang. Anda harus bersabar.

Kadang, pembeli yang nakal, suka menyerobot antrean.

Seharusnya, si penjual peka dengan situasi itu.

Sambalnya yang pedas itu, sebenarnya dibungkus sejak dari rumah. Bukannya baru dikemas satu per satu saat lapak dibuka.(mad)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Makanan Murah Enak di Bali Selalu Dicari Orang