Saya menghabiskan malam dengan dinner di sebuah restoran murah di Bali weekend lalu. Suasana di Denpasar sudah sangat berbeda dengan akhir minggu sebulan lalu. Behaviour masyarakat lambat laun berubah lantaran wabah Covid-19. Malam itu saya memutuskan untuk mencoba mencegah virus corona dengan meditasi.

 

Saya belum tahu apakah berhasil atau tidak.

 

Kita semua mengikuti perkembangan wabah ini dan sudah mengenal karakter virus itu dari para ahli.

 

Virus yang ganas dan sangat cepat penularannya.

 

Tidak ada satu pun orang yang kebal dengan virus ini.

 

Belum ada vaksinnya sampai saya publish artikel ini.

 

Belum ada obatnya juga.

 

Walaupun ada jenis obat tertentu yang konon bisa untuk diberikan pasien corona, tetapi itu bukan obat yang sebenarnya. Anda sudah tahu namanya apa.

 

Para dokter banyak yang mengatakan kalau itu obat keras.

 

Saya pun harus kembali ke metode pengobatan alternatif yang telah saya kembangkan 20 tahun terakhir. Yakni meditasi penyembuhan.

 

Dalam riwayat ilmu meditasi, penyakit berat seperti HIV/AIDS pernah kami tangani dan pasiennya sembuh.

 

Tetapi untuk penyakit corona ini saya belum bisa mencatat hasilnya.

 

 

 

Stop Remehkan Virus Corona

 

 

Saya juga mengikuti saran paramedis untuk tidak sesekali menganggap remeh si virus atau bahkan menantangnya.

 

Bagaimana cara menantang virus corona ? Tentu dengan melanggar social distancing, tidak menerapkan etika bersin atau batuk. Termasuk malas cuci tangan. Tidak mau pakai masker, dan lain-lain.

 

Dengan tidak melakukan anjuran dokter dan pemerintah itu saja sudah bisa dianggap sebagai upaya menantang virus corona.

 

Saya memilih untuk bermeditasi.

 

mencegah virus corona dengan meditasi adalah metode yang saya terapkan saat ini
Jika tempat anda jauh dari pantai, anda bisa bermeditasi di tempat lain yang nyaman dan tenang.(*)

 

Mengaktifkan program positif ke pikiran bawah sadar bahwa tubuh harus tetap sehat, bahagia, dan mau melakukan segala hal positif untuk menjaga kesehatan.

 

Saya percaya: pikiran positif akan menghasilkan energi positif pula.

 

Oleh karenanya saya programkan setelah makan malam itu: bahwa saya harus rutin pergi ke pantai untuk meditasi selama dua jam. Itulah bentuk upaya mencegah virus corona versi trainer meditasi.

 

Saya memilih Pantai Seminyak dekat Double Six. Salah satu tempat terbaik di Bali.

 

Yang bisa ditempuh dari Jalan Camplung Tanduk itu.

 

Di sanalah tempat favorit saya untuk menghimpun energi semesta alam.

 

Meditasi yang dilakukan ada dua jenis: meditasi aktif dan meditasi pasif.

 

Meditasi aktif adalah dengan melakukan gerakan jurus tertentu, disertai tahan nafas. Meditasi pasif adalah duduk bersila dan mengatur pola nafas sehalus mungkin.

 

Meditasi aktif tujuannya untuk menghimpun energi semesta alam dan menyimpannya di dalam titik cakra tubuh.

 

Meditasi pasif tujuannya untuk menanamkan program positif ke pikiran bawah sadar. Untuk memperbaiki dan memperkuat antibodi.

 

Saya akan share hasil meditasi ini setelah Pandemi Covid-19 dinyatakan berakhir.

 

Masih lama.(*)

 

 

 

Mencegah Virus Corona dengan Meditasi