Semua menu mie kober kaliasem di Denpasar ramah di kantong, enak dan mengenyangkan. Itulah yang dicari setiap kita di zaman pandemi corona seperti sekarang.

 

Kuliner murah, enak, sehat, bergizi selalu jadi pilihan.

 

Setiap saya menghabiskan waktu di kedai Kober Kaliasem ternyata ada pola menu pilihan yang terbentuk.

 

Dan pola itu tampaknya jadi favorit.

 

Pola menu itu terbentuk dari seringnya saya dan istri memesan makanan dan minuman tertentu. Dan inilah pola pemesanan saya :

 

Mie iblis – spicy chicken wing – lumpia udang – pao pandan – siomay – es sundel bolong – ice vanilla frappeice hazelnut frappe – es pocong – udang rambutan

 

Ada variasi lain sebagai tambahan seperti sushi, tapi sesekali saja saya pilih. Termasuk juga Gelato dengan berbagai varian rasa. Untuk yang terakhir ini  (Gelato) memang sudah ada di kedai Kober Kaliasem, tapi belum ada di kedai Kober Bedugul Sidakarya.

 

Sebaliknya juga : nasi hitler ada di Kober Bedugul Sidakarya tapi belum available di Kober Kaliasem.

 

Menu mie kober kaliasem yang keren dan enak itu bisa anda nikmati bersama teman atau pasangan kapan saja. Termasuk saat akhir bulan. Yang sering membuat anda mengencangkan ikat pinggang itu.

 

sebagian menu mie kober kaliasem yang bisa dinikmati kapan saja bisa anda pilih langsung di kedai

 

Dari 3 kali kunjungan saya ke kedai mie kober di Jl Kaliasem, paling banyak saya merogoh saku Rp 49 ribu saja. Sementara 2 kunjungan lainnya saya hanya mengeluarkan Rp 41.500 dan Rp 24.000.

 

Tentu itu tergantung dari menu yang anda suka dan berapa banyak anda memesan.

 

Saya lihat pengunjung lain bisa menikmati banyak menu. Terutama es dan varian minuman segar lainnya.

 

Itu lumrah.

 

 

Pedas itu Soal Selera

 

 

Tak menutup kemungkinan, pengunjung menyukai level mie pedas yang ekstrem. Dan segelas es pocong pasti tidak cukup untuk memadamkan kepedasannya.

 

Seperti yang pernah saya ceritakan dulu. Bahwa saya pernah keliru memesan level mie iblis. Saya tak sanggup dengan level S (small). Dan saya meminum 2 es pocong.

 

Saya jadi ingat rekan kerja saya di sebuah perusahaan swasta dulu. Wanita berusia 50 tahun itu sanggup menghabiskan makanan pedas yang diramu dari belasan hingga puluhan cabe.

 

Kalau menu pedas yang dia pesan ternyata tidak pedas — menurutnya — raut wajahnya langsung menunjukkan ekspresi kecewa.(*)

 

 

 

 

 

 

 

 

Menu Mie Kober Kaliasem