Kalau saya ingat-ingat, mie iblis kober mulai terkenal sejak 5 atau 6 tahun lalu. Kurang lebih. Saya tahu ketika sekelompok ABG di Surabaya sangat sering membicarakannya. Tidak cuma membicarakan. Tapi juga membelinya dalam bentuk take away.

 

Salah satu kerabat saya ada yang membawa pulang ke rumah.

 

Katanya, memang anak muda suka nongkrong di kedai itu.

 

Ketika saya ditawari mie pedas itu, saya belum berani mencoba.

 

Karena kerabat saya itu bilang mie-nya sangat pedas.

 

Waktu itu saya tidak tahu : apakah tidak ada menu selain mie pedas.

 

Saya juga belum tahu kalau ternyata tingkat pedasnya itu bisa di-request.

 

Itulah mie iblis kober. Yang di Bali ternyata ada juga di beberapa lokasi.

 

Tapi saya lebih sering ke Kedai Mie Kober di Jalan Bedugul 37 A, Sidakarya, dan satunya lagi di Jalan Kaliasem Nomor 5. Keduanya di Denpasar.

 

Kuliner satu ini memang mempertahankan cirinya sampai sekarang : yakni rasa pedas dan harga yang ramah.

 

Terutama untuk pelajar dan mahasiswa.

 

Meski saya bukan penyuka kuliner pedas, tapi saya termasuk penyuka kuliner mie.

 

mie iblis kober adalah salah satu menu hemat di masa krisis karena harganya yang terjangkau

 

 

Tahan Pedas Sampai Mana

 

Saya beberapa kali melakukan eksperimen pribadi untuk menguji rasa pedas mie kober itu.

 

Standar rasa pedasnya tentu badan saya sendiri : sejauh mana lidah dan perut bisa menerima pedasnya mie itu.

 

Pertama, ketika teman satu kantor memesan mie kober via Go Food.

 

Level pedasnya adalah L.

 

Saya coba satu gigitan mie.

 

Ups. Oke. Pedas sangat.

 

Lalu kedua, saat saya diajak salah satu relasi makan siang di Mie Kober Jalan Bedugul 37 A Sidakarya. Yang disamping Kampus Undiknas itu.

 

Kali ini saya request : mie iblis cabe 1 saja. Mungkin itu level S (small) atau lebih kecil dari itu.

 

Tak masalah.

 

Saya bisa menghabiskannya.

 

Saya bisa menerima level paling simple ini.

 

Ketiga kalinya, saya mencoba di kedai lainnya. Masih di kawasan Denpasar.

 

Untuk kali ini, saya mengucapkan request ke mbak penjaga boks merah yang ternyata meleset : saya minta mie iblis level S.

 

Saya kira itu sama dengan mie iblis cabe 1.

 

Ternyata tidak sama. Level S tidak sama dengan cabe 1.

 

Level S rasanya lebih pedas.

 

Ah ternyata saya tidak mampu.

 

Es pocong yang saya habiskan ternyata kurang. Harus tambah minuman es lainnya.

 

Ooshh…saya angat tangan.

 

Cuma di level S saya sudah give up.

 

Tapia ada anak muda di samping saya mampu melahap mie iblis level M.

 

Anda sendiri bisa menyantap mie kober level apa ?

 

 

 

 

Mie Iblis Kober Kuliner Hemat Saat Krisis
Tagged on: