Mencari tempat makan di Bali khususnya di area Denpasar bukan hal yang sulit. Anda selalu punya pilihan. Banyak varian kuliner yang bisa dicoba.

 

Seperti malam kemarin.

 

Ketika saya mulai jenuh dengan menu di rumah.

 

Yang sejak Covid-19 menyerang, saya lebih banyak makan di rumah.

 

Dengan sembako secukupnya.

 

Dan menu yang berputar hampir sama setiap minggu.

 

Salah satu tempat makan di Bali yang masih ramah di kantong saat masa sulit begini adalah Kedai Mie Kober Denpasar di Jalan Kaliasem.

 

Inilah salah satu tempat favorit saya dan istri.

 

Tapi kali ini saya memilih untuk lebih santai. Tidak makan berat.

 

Saya lagi kangen dengan Pao Pandan.

 

Itu sejenis bakpao mini.

 

Warnanya hijau. Dan wangi daun pandan tentu saja.

 

Disajikan hangat. Satu porsi ada 3 Pao Pandan. Harganya cuma Rp 9 ribu.

 

Sudah cukup untuk membuat perut tenang sejenak.

 

Sementara istri lebih pilih snack legendaris : lumpia udang. Dengan minuman Ice Haselnut Frappe.

 

Saya sendiri karena lama menghindari minuman es, kali ini memilih es pocong yang segar dan dingin itu.

 

kedai mie kober denpasar di jalan kaliasem adalah salah satu tempat makan di Bali yang masih bertahan di tengah pandemi karena harga menu yang terjangkau

 

 

Makan Enak Boleh, Tapi Tetap Jaga Kondisi

 

 

Menghindari minuman es bukan tanpa alasan. Itu lebih karena menuruti saran dari ahli kesehatan. Agar mengurangi minum es di masa pandemi.

 

Apalagi saya bukanlah orang yang strong dengan berbagai minuman dingin.

 

Saya pernah operasi amandel di masa lalu.

 

Karena saya tidak bisa mengonsumsi apapun yang dingin.

 

Kombinasi minum di Kedai Mie Kober Denpasar selalu saya perhatikan. Beberapa bulan terakhir saya selalu minum sesuatu yang hangat disana.

 

Sementara istri bisa lebih menikmati segarnya aneka es dan minuman disana.

 

Malam itu saya lihat pengunjung cukup ramai.

 

Lebih ramai daripada 2 bulan yang lalu.

 

Pengunjung yang datang di dominasi anak muda berpasangan.

 

Tetapi tidak semua meja kursi di kedai Jalan Kaliasem itu dikeluarkan.

 

Sebagian masih ditumpuk oleh staf disana. Untuk mengikuti anjuran pemerintah setempat agar tempat usaha tetap memperhatikan jaga jarak.

 

Saya dan istri sempat tidak kebagian meja.

 

Karena semua penuh terisi.

 

Untungnya staf disana mau mengeluarkan meja dan kursi yang ditumpuk.

 

Mudah-mudahan Denpasar segera bisa masuk masa new normal.

 

Agar masyarakat bisa kembali beraktivitas dan sedikit mencari suasana rileks. Setelah terkurung oleh pembatasan sosial. Yang dimulai sejak sebelum Hari Raya Nyepi itu.

 

Selain kangen Pao Pandan, saya juga kangen pantai. Apalagi Pantai Seminyak di Kawasan Camplung Tanduk. Tempat saya rutin bermeditasi jika berkunjung agak lama di Bali. (*)

 

 

 

 

 

 

 

 

Tempat Makan di Bali yang Tetap Eksis