Kalau saya sedang travelling rutin ke Pulau Dewata, selalu yang saya hunting adalah tempat makan murah dan enak di Bali. Ada beberapa lokasi yang berhasil saya temukan. Salah satunya ini: Mie Kober Denpasar. Terutama, yang berlokasi di Jalan Bedugul No 37, Sidakarya, Denpasar.

 

Saya selalu mengutamakan daftar tempat makan murah dan enak.

 

Sudah sejak awal 2019 ini, tiap saya singgah di kota tujuan, daftar tempat makan murah dan enak selalu saya tambah.

 

Bukan karena apa.

 

Sebagai pecinta wisata kuliner, saya mulai bosan dengan kuliner yang kurang ramah di kantong. Ada kecenderungan untuk mengurangi makan makanan mahal.

Apalagi, setelah saya dan isteri mengalami pelayanan buruk. Dari sebuah fast food terkenal. Saat kami singgah di Kota Negara, Bali, setelah menempuh perjalanan darat dari Gilimanuk, sekitar Juni lalu. Fast food dengan brand besar tak menjamin servis memuaskan.

 

Mie Kober Denpasar Jalan Bedugul

 

Brand lokal seringkali lebih baik.

 

Dan satu lagi.

 

Kuliner tidak harus mahal.

 

Harga makanan murah dan enak masih bisa diharapkan.

 

Mie kober ini salah satunya.

 

Di Bali, ada beberapa lokasi mie kober. Sebagian besar diantaranya, saya sudah mencoba mencicipi menunya.

 

Sekaligus pelayanannya.

 

Hasilnya: Mie Kober Denpasar di Jalan Bedugul Sidakarya ini berbeda.

 

temukan tempat makan murah dan enak di Bali hanya di Mie Kober Denpasar Jalan Bedugul Sidakarya
Mie Kober Denpasar Jalan Bedugul Sidakarya yang kini tampil lebih luas, lebih nyaman, dengan servis yang memuaskan.(*)

 

Rasa menu mienya stabil. Bila dibandingkan dengan tempat serupa di lokasi lain.

 

Selain itu, kecepatan penyajiannya yang luar biasa.

 

Sangat cepat.

 

Bahkan, melebihi fast food.

 

Di gerai fast food sekalipun, anda harus antre menunggu. Bisa 5 – 10 menit.

 

Kadang, anda harus berdiri untuk menunggu pesanan disajikan, sebelum anda bawa ke tempat duduk.

 

 

Belum Duduk Pesanan Sudah Diantar

 

Di Mie Kober Denpasar Jalan Bedugul, anda dapat mengalami ini:

 

Anda belum sempat duduk di meja pilihan, pelayan dengan membawa menu pesanan sudah memanggil nama anda.

 

Baru saja menaruh pantat di kursi, belum sempat membuka handphone, pelayan dengan suara nyaring memanggil nama customer.

 

Memang, pesanan anda disajikan bertahap. Tidak sekaligus jadi.

 

Namun, itu sudah cukup membuat saya puas. Kecepatan penyajian yang tak ada mengalahkan.

 

Lihatlah menu yang diantar kepada saya di foto bawah. Enak kan ?

 

Pelayan mie kober memang terkenal dengan gaya yang khas. Mereka membawa pesanan dari dapur, lalu berjalan berkeliling.

 

Sambil memanggil nama customer.  Dengan suara yang lantang.

 

Anda tinggal melambaikan tangan kepada pelayan saat nama anda dipanggil.

 

Sebelum proses itu dilalui, anda memilih dulu menu yang disajikan. Ada layar televisi di bagian depan, dan di dekat situ ada petugas yang menerima order.

 

Tinggal sebut nama. Tak perlu nama lengkap. Cukup nama panggilan saja.

 

Mau makan ditempat atau dibawa pulang.

 

Pilih menu yang diinginkan.

 

Konfirmasi pesanan.

 

Lalu, bayar. Anda akan menerima struk pembayaran.

 

Jangan sampai hilang. Sampai menu anda sudah komplit diantar.

 

Mie Kober Denpasar Jalan Bedugul adalah kedai mie kober pertama dan yang terbaik di Bali. Buktikan sekarang!
Mie Iblis, Lumpia Udang, dan Es Pocong. (*)

 

Informasi yang saya peroleh, dan sudah dikonfirmasi, ternyata Mie Kober Denpasar Bedugul ini adalah yang pertama kali dibuka di Bali. Sekitar 4 atau 5 tahun yang lalu. Sebagai yang pertama, wajar jika Mie Kober Denpasar Bedugul mempertahankan reputasinya. Sebagai kedai mie kober terbaik.

 

Dan itu benar. Saya merasakannya setelah juga mencoba servis di kedai yang lain.

 

Lokasi Mie Kober Denpasar Jalan Bedugul sangat strategis. Bersebelahan dengan Kampus Undiknas Denpasar.

 

Meski membidik segmen mahasiswa, namun Mie Kober Denpasar Jalan Bedugul bisa dinikmati semua kalangan. Saya rekomendasikan kedai ini sebagai tempat wajib dikunjungi di Bali. (zul)

 

Tempat Makan Murah dan Enak

One thought on “Tempat Makan Murah dan Enak

Comments are closed.