Virus corona jadi perhatian seluruh dunia saat saya menulis artikel ini. Pun juga di Bali yang sudah terkena dampaknya.Turis Cina habis. Tempat wisata jujukan turis negeri Panda itu, seperti Discovery Shopping Mall Kuta, bagai mall mati. Memang mall masih buka, tetapi sangat sepi dari Turis Tiongkok yang biasanya berjubel disana. Kebetulan, baru-baru ini saya kesana saat sedang meng-update listing tempat makan terhit di Denpasar.

 

Tidak hanya turis Cina yang nihil.

 

Turis Korsel, Italia, dan sejumlah negara Eropa juga sudah jarang dijumpai.

 

Apalagi setelah negara-negara pengirim turis ke Bali itu memberlakukan lockdown.

 

Malam minggu kemarin, saat saya hunting wisata kuliner bersama isteri, juga merasakan aura “bukan Bali” saat melintas di kawasan Jl Raya Kuta hingga kawasan Tuban.

 

Yang sudah biasa ke Bali atau stay di Bali sudah paham kalau malam minggu adalah malam kemacetan di kawasan Jl Raya Kuta.

 

Dan, itu tidak terjadi kemarin.

 

Saya bisa menggeber motor Nmax sampai kecepatan 60 km / jam !

 

Jalanan lengang.

 

Pusat perbelanjaan oleh-oleh sepi.

 

Aura sejumlah restoran terlihat lesu.

 

Apapun Situasinya, Jangan Lupa Makan

 

Dari sudut pandang bisnis, dalam situasi krisis seperti sekarang, ada dua jenis bisnis yang biasanya bertahan.

 

Pertama, bisnis kuliner.

 

Kedua, pelayanan kesehatan.

 

Kedua kategori bisnis itu tahan terhadap situasi apapun. Bahkan, perang sekalipun.

 

Kita semua tetap butuh makan dan minum.

 

Kita juga perlu support kesehatan dari dokter, perawat, rumah sakit, klinik, dan sejenisnya.

 

Oleh karenanya, saya mencoba me-review kembali tempat makan terhit di Denpasar, yang masih survive dan dicari banyak orang.

 

Pertama, Mie Kober di Jalan Kaliasem, Denpasar.

 

Kedai mie ini masih bersaudara dengan kedai Mie Kober di Jalan Bedugul 37A, Sidakarya, Denpasar.

 

tempat makan terhit di denpasar salah satunya adalah kedai mie kober di jalan kaliasem dekat lapangan puputan

 

Meski bermunculan pendatang baru yang berusaha menduplikasi kuliner mie pedas ini, namun kualitas rasa Mie Kober Jalan Kaliasem tetap nomor wahid.

 

Rasanya memuaskan dan pelayanannya tercepat.

 

Kedua, Sop Kaki Kambing di Jalan Imam Bonjol, Denpasar.

 

Kuliner khas Jakarta ini masih tidak terkalahkan. Meski di lokasi lainnya juga muncul menu serupa.

 

Saya sudah beberapa kali mencicipi menu yang sama di sejumlah titik di Denpasar. Tetapi, kedai sop kaki kambing yang tidak jauh dengan Trans Studio Mall itu tidak tergeser.

 

Sama-sama berbahan dasar daging kambing, tetapi aroma dan rasa kuahnya yang panas itu berbeda.

 

Gurih dan lezatnya kuah sop kaki kambing ini membuat saya ketagihan.

 

Tetapi, kedai ini hanya buka di malam hari.

 

Tentu saja lantaran sop kaki kambing itu lebih nikmat disajikan untuk dinner.

 

Sedangkan Kedai Mie Kober Jl Kaliasem buka mulai jam 10.00 pagi sampai jam 22.00. Mie kober lebih cocok dinikmati dalam semua waktu dan segala suasana.

 

Perlu Makan Enak Agar Hati Senang

 

Dalam musim wabah ;penyakit corona ini pun kita tetap perlu menikmati makan enak.

 

Makan harus puas agar hati ini happy. Hati yang senang akan membuat pikiran tenang. Pikiran tenang akan menghasilkan energi positif.

 

Energi positif memerintahkan otak untuk memproduksi antibodi tubuh lebih banyak.

 

Harapannya, sistem imun yang kuat akan melindungi kita dari berbagai kuman penyakit.

 

Tentu dengan tetap menjaga kesehatan seperti rutin mencuci tangan dan minum multivitamin apabila diperlukan.(*)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tempat Makan Terhit di Denpasar