Akhirnya. Pelan-pelan tapi pasti kita akan memasuki masa new normal. Pandemi belum selesai. Tapi sepertinya kita semua sudah jenuh dengan situasi lockdown versi Indonesia : PSBB — atau PKM — kalau di Bali. Saya rasakan beberapa minggu ini, banyak orang mencari tempat santai di Denpasar, sekadar untuk mengurangi rasa bosan tinggal di rumah.

 

Anda tentu masih ingat.

 

Sejak kapan Bali memberlakukan berbagai langkah untuk menekan penyebaran Covid-19.

 

Itu terjadi mulai pertengahan Maret.

 

Waktu itu kita dilanda panic buying. Masker dan hand sanitizer tiba-tiba hilang.

 

Kalau tidak diborong pembeli, pasti ditimbun oknum tertentu.

 

Saya beruntung punya teman yang bertugas di sebuah rumah sakit.

 

Saya diberi 1 botol hand sanitizer 100 ml.

 

Sampai sekarang masih tersisa sedikit.

 

Untungnya kelangkaan dua “benda keramat” itu teratasi. Jadi sudah “tidak keramat” lagi sekarang.

 

Di bulan Maret itu pula, Hari Raya Nyepi untuk pertama kali berbeda rasanya.

 

Tentu saja karena tidak ada pawai ogoh-ogoh.

 

Lebih tepatnya : pawainya ditunda. Rencananya event itu akan dijadikan satu dengan Hari Jadi Provinsi Bali. Kalau situasi memungkinkan. Itu mungkin sekitar Agustus atau September.

 

Covid-19 memang sudah memporandakan semua sektor termasuk ritual keagamaan.

 

Selain Hari Raya Nyepi yang terasa berbeda, begitu juga bulan puasa.

 

Yang dimulai sejak akhir April.

 

Tidak ada tarawih. Dan tidak ada Salat Idul Fitri di lapangan maupun di masjid.

 

Begitu juga dengan umat lain, yang juga tidak bisa beribadah ke Gereja, Pura, Kelenteng maupun Vihara.

 

Oh ya satu lagi.

 

Ritual upacara ngaben yang juga tidak seperti biasanya.

 

Dan sampailah di Bulan Juni.

 

Karena saya masih berada di Bali untuk sejumlah keperluan, saya jadi bisa melihat keseharian warga disini.

 

Tempat santai di Denpasar kini menjadi sesuatu yang sangat dirindukan.

 

Tempat yang ramah di kantong, bisa untuk membuat rileks sejenak dan menghibur diri, menjadi tujuan banyak warga.

 

Saat artikel ini ditulis, pantai belum dibuka.

 

Padahal yang kangen pantai sangat banyak, termasuk saya.

 

 

Lepaskan Kejenuhan Sejenak

 

Meski demikian, ada beberapa tempat santai di Denpasar yang saya lihat bisa dijadikan tempat melepas penat sejenak.

 

Pertama : Taman Lumintang.

 

Sore hari, sejumlah warga menghabiskan waktu disana. Sebagian olahraga, sekadar duduk santai, atau main layang-layang.

 

Benar. Ini adalah musim layangan. Dan Layangan Celepuk sedang menjadi tren di Bali.

 

Taman Lumintang menjadi favorit khususnya bagi warga Denpasar Timur dan Denpasar Utara. Karena lokasinya tak terlampau jauh.

 

Kedua : Lapangan Puputan.

 

Ketika saya melewati lokasi ini, lapangan masih dibatasi dengan police line.

 

Secara formal, warga belum boleh beraktivitas disana. Untuk menghindari kerumunan.

 

Tapi kalau sekadar berolahraga tidak masalah.

 

Ketiga : Kedai Mie Kober Jl Kaliasem No 5, Denpasar.

 

Tidak jauh dari Lapangan Puputan ada Outlet Mie Kober yang jadi favorit disana.

 

salah satu tempat santai di denpasar yang bisa kamu kunjungi adalah kedai mei kober di jalan kaliasem nomor 5, ada banyak variasi menu dan tempatnya yang santai dan tenang

 

Beberapa kali saya ke tempat ini. Cocok untuk bersantai sejenak.

 

Rasa dan pelayanannya tetap terjaga.

 

Pengelola kedai juga mengikuti rules yang berlaku. Kedai hanya buka sampai jam 21.00 wita.(*)

 

 

 

 

 

Tempat Santai di Denpasar